Tampilkan postingan dengan label Missil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Missil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Foto KRI Oswald Siahaan-354 Laksanakan Loading Dan Unloadind Misile Yakhont di Dermaga PT. PAL


KRI Oswald Siahaan-354 Reload Rudal Yakhont
KRI Oswald Siahaan-354 Reload Rudal Yakhont
KRI Oswald Siahaan-354 Reload Rudal Yakhont
KRI Oswald Siahaan-354 Reload Rudal Yakhont

SURABAYA - Kapal Perang KRI Oswald Siahaan-354 (KRI-OWA) melakukan loading dan unloading rudal Yakhont di Dermaga PT.PAL Indonesia Jum’at (29/4). Pengisian Rudal kedalam peluncurnya ini melibatkan personel KRI-OWA dan Dinas Materiil Senjata Dan Elektronika (Dissenlekal) Mabesal serta teknisi serta peralatan pendukung dari PT.PAL.(Sumber : Dispen TNI-AL)

Kamis, 21 April 2011

Foto Uji Tembak Enam Rudal TNI-AL


Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan

Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan

BANTEN - Foto-foto uji tembak rudal Yakhont dari KRI Oswald Siahaan-354 dan rudal-rudal lainnya di perairan Samudra Hindia, Rabu (20/4). Rudal Yakhont buatan Rusia ini menembak sasaran eks-KRI Teluk Bayur-502 dengan jarak 135 mil laut (250km) di Perairan Samudera Hindia, sebelah barat Sumatera. Yakhont mempunyai jangkauan tembak 300 km dengan kecepatan terbang 2,5 mach, daya ledak 300 kg , ketinggian terbang 14000 meter serta dilengkapi dengan peralatan pendorong supersonic ramjet. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/11



Formasi Tempur Laut Korvet Kelas Parchim TNI AL

Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan

JAKARTA - KRI Imam Bonjol menembakkkan roket anti kapal selam jenis RBU 6000, Rabu (20/4). Latihan formasi tempur laut tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional Alutsista serta mengetahui kehandalan, tingkat akurasi perkenaan sasaran dan daya hancur. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/spt/11



TNI AL Sukses Memodifikasi Rudal SAM Seacat

Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan

SELAT SUNDA - Sebuah Rudal anti pesawat (SAM) Seacat yang sudah dimodifikasi milik TNI AL, ditembakkan dari buritan KRI Oswald Siahaan-354 (KRI OWA-354), saat berlayar di Selat Sunda, Selasa (19/4). Rudal seacat adalah jenis rudal anti pesawat jarak pendek buatan Inggris. Di Inggris pembuatan rudal ini dimaksudkan untuk mengganti meriam anti pesawat Bofors 40mm, dan seacat menjadi rudal SAM pertama yang dioperasikan dikapal sebagai point-defence missile system. Rudal Seacat memiliki spesifikasi kecepatan tembak 228,60 m per detik, panjang 154,8 Cm dan jarak tembak maksimum 5 Km tersebut, dalam rangka Operasi Jala Perkasa.FOTO ANTARA/Eric Ireng/spt/hm/11



Suasana di Pusat Informasi Tempur

Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan
Uji Tembak Rudal Yakhont Sukses dilaksanakan

SELAT SUNDA, 21/4 - PENEMBAKAN YAKHONT. Suasana di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), usai berhasil menembakkan Rudal Yakhont dari KRI OWA-354 saat berlayar di Selat Sunda, Samudra Hindia, Rabu (20/4). Penembakan Rudal Yakhont buatan Rusia yang memiliki spesifikasi kecepatan 750 m per detik, jangkauan sasaran 300 Km dan berat hulu ledak 200 Kg tersebut, dalam rangka latihan bersandikan Operasi Jala Perkasa. FOTO ANTARA/Eric Ireng/mes/11

Selasa, 19 April 2011

Foto Rudal Sea Cat Turut Andil Dalam Latihan Operasi Jala Perkasa


Rudal Sea Cat Turut Andil Dalam Latihan Operasi Jala Perkasa
Rudal Sea Cat Turut Andil Dalam Latihan Operasi Jala Perkasa

Rudal Sea Cat buatan Inggris yang telah dimodifikasi TNI AL digunakan untuk latihan Operasi Jala Perkasa di Selat Sunda. Rudal ini memiliki spesifikasi kecepatan tembak 228,60 m per detik, panjang 154,8 Cm dan jarak tembak maksimum 5 Km. Sejumlah ABK dan anggota Tim Arsenal TNI AL sedang mempersiapkan loading Rudal Sea Cat di KRI Oswald Siahaan 354, ketika berlayar di sekitar utara Semarang, Laut Jawa, Minggu (17/4).(Foto: eric ireng/ant/hms)